⛅ Kenapa Advent Tidak Merayakan Paskah

UmatKristen abad pertama tidak merayakan hari Natal, bagi mereka kekristenan berpusat pada rangkaian pengajaran Yesus, perjamuan malam menjelang hari penyaliban, dengan puncak kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang dikenal sebagai hari Paskah. Umat kristen umumnya merayakan empat minggu 'Advent' sebagai persiapan menuju hari kenangan Pertama ada orang kudus yang mengatakan bahwa Masa Adven itu seperti "membuka pintu", karena selama Masa Adven kita diajak untuk merenung apakah kita bersedia membiarkan Tuhan masuk dan terlibat dalam hidup kita.Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya, Ia juga tidak menuntut, yang Ia lakukan adalah dengan sabar menanti, apakah kita membuka pintu hati dan membiarkan-Nya masuk. Adasejumlah orang mempertanyakan apakah arti Paska. Mereka berargumen bahwa Paska artinya adalah kematian dan bukan kebangkitan, dan Paska yang diartikan kebangkitan itu adalah produk Konstantin di tahun 300-an. Benarkah argumen ini? Berikut ini kami mengambil informasi, yang disarikan dari buku yang berjudul Ancient Israel, karangan Roland de Perkataan"Paskah" tidak muncul dalam Alkitab dan tidak ada perayaan gereja awal kebangkitan Kristus disebutkan dalam Kitab Suci. Paskah, seperti Krismas, adalah tradisi yang dibangunkan kemudian dalam sejarah gereja. Menentukan Tarikh Paskah . Dalam Kekristianan Barat, Ahad Paskah boleh jatuh di mana-mana antara 22 Mac dan 25 April. MasaAdvent-Natal a.Masa Advent Sebelum merayakan Natal, pesta kelahiran Kristus, semua orang yang berdosa perlu mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganNya. Tiga hari sebelum Minggu Paskah kita merayakan tiga hari suci (Tri Hari Suci) yaitu: hari Kamis Putih (warna liturgi putih), hari Jumat Agung (warna liturgi merah), dan hari Sabtu Paskah Dirayakan oleh: Mayoritas umat Kristen: Jenis: Kristen: Makna: Merayakan kebangkitan Yesus: Perayaan: Kebaktian gereja, perjamuan keluarga, berburu telur Paskah untuk anak-anak dan memberi hadiah untuk orang dewasa (khususnya di AS dan Kanada): Kegiatan: Doa, doa puasa, doa semalam suntuk (khususnya tradisi Timur), Kebaktian subuh (khususnya tradisi Protestan AS) TAJAMEpisode 93Call Center Hope Channel Indonesia :Telepon/SMS/Whatsapp: 0813-1776-2777Frekuensi Parabola Hope TvSatelite : MPSatTransponder : 7HFrequency T HukumMuslim Merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Olehkarena itu, ada dua aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran Advent dan Saksi-Saksi Yehuwa. Berkenaan Saksi-Saksi Yehuwa, mereka mulai tidak merayakan Natal sejak tahun 1926 ketika mereka mengetahui bahwa Natal mempunyai asal-usul Kafir, menurut buku Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah, 1993, halaman 198-200. myjGcP. Lori Official Writer Setiap tahunnya umat Kristen pasti akan selalu merayakan peringatan tahunannya seperti Natal dan Paskah. Nah, bertepatan dengan bulan Natal kali ini, tertarik untuk membahas alasan dibalik kemeriahan perayaan Natal yang begitu jauh berbeda dengan perayaan Paskah. Beda Natal dan Paskah Sebagaimana kita tahu, Natal adalah perayaan kelahiran Yesus yang ditetapkan setiap tahunnya pada 25 Desember. Sementara Paskah adalah peringatan akan kematian Yesus di kayu Salib sebagai bentuk karya keselamatan umat manusia. Dua perayaan ini tentu berbanding terbalik, yang satunya adalah perayaan kelahiran’ dan yang lainnya tentang peringatan kematian’. Sebagai momen kelahiran, orang Kristen biasanya akan merayakan Natal dengan suasana yang sangat meriah. Kemeriahan ini bukan saja berpusat di gereja atau rumah-rumah, tetapi juga di sejumlah pusat perbelanjaan dan rumah makan. Sebaliknya, orang Kristen hanya merayakan Paskah dengan cara yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang tak ada acara khusus yang biasa dilakukan untuk merayakannya selain mengikuti ibadah gereja saja. Baca juga 15 Gambar dan Ucapan Natal Lengkap dengan Ayat Alkitab Lalu pertanyaannya kenapa perayaan Natal selalu lebih menyedot perhatian banyak orang dibandingkan dengan Paskah? Pendeta Yusak Soleiman, pun sudah menyimpan jawaban yang jelas dan lengkap. Sebagaimana disampaikannya, bahwa perayaan Natal nan meriah seperti sekarang ini bisa jadi hal yang patut disyukuri. Karena ternyata Natal, yang merupakan hari kelahiran Yesus, rupanya dirayakan secara global oleh semua orang. Namun kemeriahan Natal yang mendunia seperti saat ini baru terjadi selama 30 tahun belakangan, sejak dunia marketing mulai menjadikan Natal secara komersial. Komersialisasi Natal inilah yang menjadikan maknanya menjadi hilang. Sehingga orang Kristen, secara khusus, tidak lagi fokus memaknai Natal sebagai kelahiran Yesus yang dirayakan secara sederhana. Melainkan menjadikan perayaan ini justru sebagai momen untuk merayakan acara yang menguras cukup banyak perhatian, energi dan juga materi. Pendeta Yusak menekankan bahwa Natal adalah perayaan dimana orang-orang Kristen merenungi alasan besar kenapa Tuhan bersedia datang ke dunia. “Natal adalah perayaan dimana kita merenung. Kenapa Tuhan bersedia datang? Bukan aspek kemeriahannya. Tapi aspek pengorbanannya,” kata Pendeta Yusak. Lalu kenapa perayaan Paskah jauh lebih sederhana? Berdasarkan sejarahnya, Paskah sebenarnya sudah dirayakan oleh orang-orang Kristen pertama. Sementara Natal baru muncul sekitar abad ke-4 tahun 300-an. Berdasarkan akar sejarahnya, Paskah adalah hari raya yang sangat penting dalam kekristenan. Namun pengaruh globalisasi dan komersialisasi membuat Natal menjadi perayaan yang glamor. Sementara secara psikologisnya, khususnya di negara Barat, perayaan Natal yang meriah ini dianggap menjadi cara untuk menghibur semua orang yang terjebak di rumah selama musim dingin. Jadi, gak heran jika Natal di negara-negara Barat diwarnai dengan pesta-pesta meriah yang berlangsung hingga penyambutan Tahun Baru. Baca juga Yuk Baca 15 Ayat Renungan Alkitab Ini Selama Rayakan Natal “Jadi merayakan Natal itu sebenarnya bukan hanya merayakan kemeriahan. Tapi merenungkan juga kalau Tuhan datang sekarang, apa yang kita mau katakan?” terangnya. Jadi jika ditarik pada situasi atau kondisi di Indonesia, Pendeta Yusak berpendapat bahwa menyambut Natal bukan hanya berpesta, memberi atau menerima hadiah. Tapi mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan Tuhan. Sudahkah kita mempersiapkan hati kita menyambut kelahiran Yesus di Natal kali ini? Mari persiapkan dirimu dari saat ini. Sumber Halaman 1 Jawaban Alkitab Paskah adalah perayaan orang Yahudi untuk memperingati peristiwa saat Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir pada 1513 SM. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memperingati peristiwa penting ini setiap tahun. Paskah diperingati pada hari ke-14 dari bulan Abib, yang belakangan disebut bulan Nisan.​—Keluaran 1242; Imamat 235. Kenapa disebut Paskah? Kata ”Paskah” berasal dari kata Ibrani yang berarti ”melewati”. Kata itu memaksudkan peristiwa saat Allah melewatkan, atau menyelamatkan, anak-anak sulung bangsa Israel sewaktu Allah membinasakan semua anak sulung di Mesir. Keluaran 1227; 1315 Tapi sebelum Allah melakukan hal itu, Dia menyuruh bangsa Israel untuk menyembelih seekor domba atau kambing, lalu memercikkan darahnya ke kusen pintu mereka. Keluaran 1221, 22 Allah akan melihat tanda ini dan ”melewati” rumah mereka, dan anak sulung mereka pun selamat.​—Keluaran 12​7, 13. Bagaimana Paskah dirayakan pada zaman Alkitab? Allah memberi petunjuk kepada bangsa Israel tentang cara merayakan Paskah yang pertama. a Beberapa hal yang dilakukan saat perayaan Paskah dicatat dalam Alkitab. Korban Pada hari ke-10 dari bulan Abib Nisan, setiap keluarga harus memilih seekor domba atau kambing yang berumur satu tahun. Lalu, pada hari ke-14, binatang itu harus disembelih. Pada Paskah pertama, bangsa Israel memercikkan darah binatang itu ke bagian kanan, kiri, dan atas kusen pintu rumah mereka. Mereka juga perlu memanggang seluruh bagian binatang itu dan memakannya.​—Keluaran 123-9. Makanan Selain makan daging domba atau kambing, bangsa Israel juga makan roti tanpa ragi dan sayur pahit pada perayaan Paskah.​—Keluaran 128. Perayaan Setelah Paskah, bangsa Israel mengadakan Perayaan Roti Tanpa Ragi selama tujuh hari. Pada perayaan itu, mereka tidak makan roti yang mengandung ragi.​—Keluaran 1217-20; 2 Tawarikh 3021. Pengajaran Saat merayakan Paskah, orang tua mengajar anak mereka tentang Allah Yehuwa.​—Keluaran 1225-27. Perjalanan Belakangan, bangsa Israel pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.​—Ulangan 165-7; Lukas 241. Kebiasaan lainnya Pada zaman Yesus, orang-orang bernyanyi dan meminum anggur saat perayaan Paskah.​—Matius 2619, 30; Lukas 2215-18. Kesalahpahaman tentang Paskah Kesalahpahaman Bangsa Israel memakan daging korban Paskah pada 15 Nisan. Fakta Allah meminta bangsa Israel menyembelih seekor domba tepat setelah matahari terbenam pada 14 Nisan dan memakan dagingnya pada malam itu juga. Keluaran 126, 8 Bangsa Israel menghitung satu hari mulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam. Imamat 2332 Jadi, mereka menyembelih domba dan memakan korban Paskah di hari yang sama, yaitu pada 14 Nisan. Kesalahpahaman Orang Kristen harus merayakan Paskah. Fakta Setelah Yesus merayakan Paskah pada 14 Nisan 33 M, dia memberikan suatu perintah baru, yaitu Perjamuan Malam Tuan. Lukas 2219, 20; 1 Korintus 1120 Sejak saat itu, Perjamuan Malam Tuan menggantikan Paskah. Perjamuan Malam Tuan diadakan untuk memperingati kematian ”Kristus, anak domba Paskah”. 1 Korintus 57 Nilai korban tebusan Yesus lebih berharga daripada korban Paskah karena tebusan Yesus dapat membebaskan manusia dari dosa dan kematian.​—Matius 2028; Ibrani 915. Misalnya, pohon Natal lengkap dengan ornamennya dan saling memberi hadiah Natal berasal dari tradisi Romawi Kuno. Umat Advent menganggap pohon Natal mewakili berhala, hal yang bertentangan dengan Tuhan Kel 204-5. Yesus Kristus tidak pernah berbuat dosa selama hidupNya dan mengatakan bahwa kita harus menghindari dosa, melakukan hal0hal yang bertentangan dengan keinginan Tuhan Ibr 121-4. Kemudian diperkirakan bahwa Yesus seharusnya lahir 9 bulan sebelum Dia meninggal, yaitu 25 Desember. Umat Kristiani yang lain tetap menganggap Yesus lahir pada tanggal 25 Maret. Sikap tersebut direfleksikan dalam kebiasaan mereka untuk memenuhi standar selera dan kecantikan umat Kristiani berpakaian sederhana, tidak memakai perhiasan, dan menghindari hiburan sekuler seperti konser musik, dansa, dan teater sekuler. Kali ini, kita akan membahas mengapa umat Kristen Advent selanjutnya saya hanya akan menulis Umat Advent tidak merayakan Natal. Seperti yang sudah kita tahu, umat Advent mengadakan kebaktian pada hari Sabtu. Mereka juga vegetarian, tidak makan daging sama sekali. Di bawah ini akan saya rangkum pendapat-pendapat para Pastor Advent sesuai dengan sejarah dan isi Alkitab tentang umat Advent dan Natal sebetulnya mereka tidak merayakan Paskah juga, sebagai berikut 1. Natal dan Pengikut Advent Para penganut Advent tidak pernah menolak hari Natal. Untuk apa menolak Advent tidak merayakan Natal periode waktu saat umat Kristen mengenang kelahiran Sang Juru Selamat? Tapi, karena perayaan Natal tidak diwajibkan dalam Alkitab, umat Advent tidak menganggap mereka harus merayakan Natal. Mereka hanya mengenal satu hari suci/kudus Hari Sabat. Dan umat Advent tetap menguduskan hari Sabat sebagai tanda ketaatan pada Sang Pencipta dan Penebus Dunia. 2. Sejarah Hari Natal Istilah “Christmas” Natal dalam Bahasa Inggris diambil dari Bahasa Inggris kuno “Christmesse”, yang artinya “Christ’s mass” misa Kristus. Dalam Bahasa Latin disebut “Natalis”, dan dalam Bahasa Jerman disebut Weihnachten Malam Kudus. Sejarah perayaan Kristen ini sampai sekarang belum jelas. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa perayaan kelahiran Yesus mulai diobservasi oleh umat Kristiani sejak abad ke-4 Masehi. Beberapa umat Kristiani menghitung tanggal berdasarkan hari kematian Kristus, tepat tanggal 25 Maret. Tapi, penjelasan yang umum adalah hari Natal dikaitkan dengan adat Romawi Kuno tentang Sol Invictus Matahari yang Tak Terkalahkan, lahirnya kembali matahari, yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Hal ini dapat menjelaskan pentingnya cahaya biasanya cahaya lilin selama perayaan kelahiran Yesus, walaupun “cahaya” atau “terang” juga berkaitan dengan Yesus sendiri dalam Alkitab Luk 178, 79. Berdasarkan sejarah tersebut, seringkali disebutkan bahwa umat Kristiani mengambil dan mengadaptasi perayaan pagan penyembah berhala. 3. Natal dan Umat Advent Ada 2 fakta yang diakui umat Advent pertama, mereka tidak tahu mengapa Tuhan, dengan segala kekuasaanNya, memilih untuk tidak meninggalkan catatan hari kelahiran Yesus yang tepat. Kedua, fakta bahwa umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Para pastor Advent merasa mereka tidak dapat mengubah perayaan Natal tersebut, dan tidak ada alasan untuk mengubahnya. Usaha yang dilakukan untuk menolak perayaan ini didasarkan pada tidak adanya bukti dalam Alkitab tentang hari Natal, dan kemungkinan berkaitannya dengan perayaan penyembah berhala. Karena itu, umat Advent merasa hal ini lebih baik dikembalikan kepada hati nurani masing-masing. Walaupun begitu, umat Advent mengakui tidak ada salahnya untuk mengkhususkan satu hari untuk bermeditasi dan merefleksikan kelahiran kembali Sang Penyelamat. Pada hari Natal, mereka bisa saja merenungkan misteri kelahiran Tuhan, dimana Anak Tuhan menjadi daging Yoh 114. Sang Pencipta menjadi seorang manusia untuk menyelamatkan kita dari kekuatan dosa dan kematian. 4. Perayaan Natal dan Gaya Hidup Umat Advent Gereja Advent mempromosikan gaya hidup sehat, mengikuti aturan makanan halal dan haram berdasarkan ayat Alkitab tentang makanan, dan tidak menghambur-hamburkan uang secara berlebihan. Gaya hidup sehat itulah yang menyebabkan umat Advent menjadi vegetarian. Minuman beralkohol tidak diperbolehkan. Kopi, teh, cola dan minuman berkafein lainnya juga harus dibatasi. Selain itu, umat Advent memiliki sikap tersendiri terhadap cara berpakaian dan industri hiburan. Perayaan Natal, terutama di negara-negara maju, identik dengan pesta-pora semalam suntuk, minum alkohol untuk bersulang, makan berlebihan, dan kecenderungan untuk memakai pakaian dan perhiasan yang berlebihan. Ditambah lagi acara saling memberi hadiah, yang biasanya menjadi ajang saling pamer ”siapa yang memberikan hadiah terbaik / termahal”. Hal ini malah menyebabkan tumbuhnya kebiasaan buruk pada umat Kristiani. Pertentangan Gaya Hidup Umat Advent Belum lagi tradisi “Santa Claus” Sinterklas yang sebetulnya memang hanyalah legenda, tapi sangat dipercayai anak-anak Kristiani di seluruh dunia. Anak-anak tersebut berusaha untuk bersikap baik sepanjang tahun untuk mendapatkan hadiah dari Sinterklas pada malam Natal. Untuk mewujudkan “fantasi Sinterklas” tersebut, orangtua akan membeli hadiah Natal yang diinginkan anaknya dan meletakkan hadiah tersebut diam-diam di bawah pohon Natal pada malam hari, saat anak-anak tertidur. Orangtua dengan penghasilan pas-pasan bisa merasa sangat terbebani dengan hal ini. Hal-hal tersebut tentunya bertentangan dengan prinsip gaya hidup umat Advent tidak merayakan Natal, dan ini salah satu alasan mengapa mereka memilih untuk tidak merayakan Natal. Umat Advent juga mengajarkan pada anak-anak bahwa Sinterklas itu hanyalah legenda. Poin-poin diatas menunjukkan bahwa umat Advent tetap mengakui Natal, tetapi memilih untuk tidak merayakannya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tanggal yang pasti kapan Yesus dilahirkan di Alkitab, dan karena mereka tidak mau mengadakan pesta-pora yang berlebihan pada perayaan Natal.

kenapa advent tidak merayakan paskah