🐈 Membuat Kolam Bioflok Sendiri

Publishedby LPPSLH on August 21, 2017. LPPSLH Panen Ikan Patin Hasil Budidaya Dengan Teknik Bioflok - Bertempat di kantor LPPSLH yang berada di Jalan Jatisari, kawan-kawan yang pernah berkunjung pasti tahu bahwa kami memiliki sebuah kolam, dan di sudut kolam itulah kami membuat tempat budidaya ikan patin dengan menggunakan sistem bioflok. Pg87. Kolam ikan bioflok dapat menjadi media budidaya ikan yang mumpuni. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kegiatan budidaya akan lebih mudah terutama bagi pemula. Apalagi jika Anda menerapkan sistem bioflok. Sebelum Anda memulai budidaya ikan, apakah Anda pernah mendengar sistem bioflok? Sistem bioflok adalah sistem budidaya integrasi yang terjadi karena adanya simbiosis antara mikroorganisme dan ikan budidaya. Mikroogranisme ditumbuhkan untuk memanfaatkan limbah yang terdapat di kolam tempat ikan budidaya hidup. Sistem ini berhasil apabila terdapat gumpalan kecil yang melayang di dalam kolam. Dengan Anda mengetahui bagaimana sistem bioflok, Anda bisa mulai mempertimbangkan penerapan sistem ini dalam kegiatan budidaya. Anda juga akan memdapatkan keuntungan menggunakan kolam ikan bioflok sebagai media budidaya. Apa keuntungan menggunakan kolam ikan bioflok? Pixabay Penggunaan media yang tepat membantu kegiatan budidaya ikan menjadi optimal. Begitu pula ketika Anda menggunakan kolam ikan bioflok. Kentungan yang akan anda peroleh adalah 1. Menampung ikan dengan kuantitas besar Kuantitas ikan budidaya bisa bertambah banyak jika Anda menggunakan kolam ikan bioflok karena kolam tersebut dirancang untuk itu. Kolam berukuran kecil dapat memuat banyak ikan dan ikan di dalamnya bisa tetap hidup tanpa kekurangan pangan sedikitpun. 2. Membantu pertumbuhan ikan Ikan budidaya di dalam kolam bioflok dapat tumbuh dengan baik karena mendapatkan protein yang cukup. Pertumbuhan ikan di dalamnya bisa seragam satu sama lain sebab persediaan pakan yang selalu cukup dengan produksi flok. 3. Meminimalkan penggunaan air Air yang berada di dalam kolam bisa lebih hemat penggunaannya karena gumpalan mikroorganisme di dalam digunakan untuk mengolah limbah di dalamnya. Daur ulang yang dihasilkan dari limbah tersebut menjadi protein bagi ikan budidaya. Karena itulah Anda tidak perlu mengganti air kolam terlalu sering. 4. Menghemat pemberian pakan Sistem bioflok menjadikan mikroogranisme menghasilkan protein yang menjadi asupan gizi bagi ikan budidaya. Dengan menerapkan sistem ini membuat Anda dapat menghemat anggaran pakan sehingga bisa dialihkan ke hal yang lain. 5. Hasil panen budidaya lebih maksimal Sebagai pembudidaya, tentu Anda mempertimbangkan hasil panen yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Penggunaan kolam ikan bioflok sebagai tempat pertumbuhan ikan budidaya menjadi opsi yang tepat. Ikan budidaya dapat memperoleh gizi yang cukup dalam menstimulus pertumbuhan mereka. Bagaimana cara membuat kolam ikan bioflok? Pixabay Setelah Anda mengenal sistem bioflok dan keuntungan penggunaannya, Anda perlu mengetahui bagaimana cara membuat kolam ikan budidaya ketika menerapkan sistem bioflok ini. Mengenai cara pembuatannya, Anda dapat menemukan penjelasannya di bawah ini. 1. Buat kolam sebagai media budidaya Kolam merupakan peralatan utama sebelum budidaya. Kolam yang digunakan untuk budidaya dengan sistem bioflok adalah kolam bulat central drain dengan ukuran diameter sekitar 3 meter dan kedalaman 2 meter. Kebersihan kolam perlu diperhatikan maka Anda perlu menyikatnya sampai bersih dan diisi air. 2. Persiapkan bahan untuk pembuatan media bioflok Bahan yang Anda perlukan dalam pembuatan media bioflok adalah garam krosok 1 kg/m3, kapur dolomit 50 – 150 gram/m3, molase 100 ml/m3, probiotik dengan komposisi baketri Baccilus sp. 10 ml/m3 yang menggunakan kombinasi sel multi dan bioflokulan. 3. Siapkan bioflok di dalam kolam Semua bahan tersebut dilarutkan secara berurutan dengan air dan dimasukkan ke dalam kolam. Setelah melarutkan keseluruhan bahan, Anda dapat mendiamkan kolam selama 7 sampai 10 hari sampai permukaan dinding kolam terasa licin. Ketika Anda memasukkan bahan, Anda perlu mengoperasikan sistem aerasi. Peletakan batu aerasi disesuaikan sehingga oksigen bisa merata di seluruh kolom air kolam. Aliran oksigen diatur dengan kecepatan 10 L/menit. 4. Perhatikan kualitas air di dalam kolam Hal selanjutnya dalam pembuatan kolam ikan bioflok adalah memperhatikan keadaan airnya. Kualitas air diukur dan dipertahankan minimal kandungan oksigen yang terlarut sebesar 3mg/L dan pH sebesar 6 sampai 8. 5. Tebarkan benih ikan budidaya Setelah media air sudah siap, kemudian tebarkan benih ikan ke dalam kolam. Benih yang berada di dalam kolam akan mengalami masa adaptasi selama 1 sampai 2 minggu. Benih yang masih hidup selanjutnya harus diberi pakan setiap harinya. 6. Lakukan pemeliharaan ikan budidaya secara berkala Ikan yang hidup di dalam kolam diberi makan sebanyak 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore. Selama pemeliharaan, Anda juga perlu memelihara air di dalam kolam ikan bioflok dengan cara Menambahkan molase dan probiotik jika kadar oksigen mendekati 3mg/L, Menaburkan dolomit jika terhadp perubahan pH menjadi asam pH 5, Mengupayakan air media bioflok berwarna kecoklatan, Mempertahankan volume flok hingga 50 ml/L dan apabila flok terlalu padat maka pemberian pakan dihentikan, dan Memberikan air jika terjadi penguapan. Penutup Demikian hal-hal seputar kolam ikan bioflok yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan budidaya ikan dengan sesuai. Dengan Anda menerapkan budidaya dengan sistem bioflok dan juga menggunakan kolam ikan bioflok sebagai media budidaya, dapat menjadikan Anda sebagai pembudidaya yang memperhatikan lingkungan sekitar. Setelah Anda memanen ikan dari kolam bioflok, hasil panen ikan dapat Anda simpan di tempat pendingin, seperti Cold Room. Anda juga bisa meletakkan ikan di dalam mesin es dengan menaruh es batu di sekitar ikan supaya kesegarannya terjaga. Hal yang tidak kalah penting sebagai pembudidaya pemula adalah bagaimana menentukan tempat penyimpanan yang cocok dengan kuantitas hasil panen ikan Anda. Untuk itu, Anda dapat menghubungi PND sebagai penyedia mesin es yang dapat menyesuaikan kebutuhan Anda. Perikanan dan hasil laut adalah produk segar yang perlu penyimpanan baik agar tetap segar dan tahan lama. Bila Anda pelaku usaha perikanan, Anda bisa menggunakan mesin es balok perikanan untuk mendinginkan hasil panen dan perikanan agar kualitasnya terjaga. Untuk penyimpanan lebih maksimal, gunakan pula alat pendingin ikan. PND Ice Making System menyediakan berbagai mesin es berkualitas dan ruang pendingin yang dapat mendukung operasional bisnis Anda. Kami berkomitmen memberikan produk dan pelayanan terbaik dengan dukungan layanan aftersales, garansi, dan kemudahan pembayaran melalui sistem kredit. Temukan solusi kebutuhan mesin es dan ruang pendingin Anda hanya di PND Ice! Kolam bioflok sangat menguntungkan bagi ikan karena koloni bakteri di dalamnya dapat dimakan ikan dan menjadi sumber protein tambahan. Bakteri tunggal memang tidak terlihat oleh mata ikan, namun apabila telah berkumpul, menggumpal, dan membentuk flok, bakteri akan nampak oleh ikan dan dapat dimakan. Sistem bioflok ini dapat diterapkan pada berbagai jenis kolam budidaya, seperti lele, nila, dan udang. Kolam bioflok dicirikan dengan air yang berwarna coklat kemerahan, yang berasal dari warna kumpulan bakteri yang tumbuh di kolam. Kolam bioflok ikan lele Keuntungan sistem bioflok bagi budidaya ikan antara lain Bakteri akan mencerna kotoran ikan sehingga kolam terbebas dari bau busuk. Bakteri menjadi sumber protein tambahan bagi ikan. Bakteri akan mencerna sisa pakan ikan. Bakteri menguntungkan akan tumbuh dan mencegah tumbuhnya bakteri merugikan. Dengan keuntungan-keuntungan di atas, banyak peternak mulai tertarik untuk mengembangkan kolam ikan dengan sistem bioflok ini. Pembuatan kolam bioflok dapat dilakukan dengan dua cara 1 secara alami dan 2 dengan bantuan inokulum. Pembuatan bioflok secara alami memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan bantuan inokulum bioflok. Inokulum adalah bakteri-bakteri yang dibudidayakan dan dijualbelikan sebagai benih untuk sistem bioflok. Bakteri-bakteri yang terdapat dalam inokulum adalah dari genus Bacillus yang aman bagi ikan, dan memiliki kandungan protein yang cukup baik. Pembuatan bioflok secara alami memanfaatkan bakteri-bakteri yang secara alami telah ada dalam perairan, yang harus dilakukan hanyalah memacu pertumbuhan bakteri tersebut untuk tumbuh lebih cepat dan lebih banyak. Langkah-langkah pembuatan kolam bioflok secara alami adalah sebagai berikut. Persiapkan kolam yang akan dibuat bioflok. Apabila itu adalah kolam baru, perlu dilakukan penebaran tanah yang berasal dari dasar kolam ikan lain kolam yang telah lama ada. Tanah yang ditambahkan kurang lebih 50 kg dalam setiap hektar kolam. Apabila kolam tersebut adalah kolam lama, tidak perlu dilakukan penebaran tanah lagi. Penebaran tanah bertujuan untuk menyediakan bakteri sumber bioflok yang berasal dari tanah kolam lain. Penambahan materi organik. Materi organik yang digunakan dapat berupa molase limbah pengolahan tebu, sisa pakan, atau tepung dan gula. Tebarkan atau tuangkan secara merata namun tidak perlu terlalu banyak. Materi organik ini akan menjadi makanan awal bagi perkembangan bakteri sumber bioflok. Tambahkan pupuk yang mengandung nitrogen seperti pupuk urea. Pupuk dapat diberikan dengan jumlah 5 – 25 kg per hektar kolam. Pupuk tersebut akan menjadi sumber nitrogen yang digunakan bakteri untuk berkembang biak membentuk sel-sel baru. Nitrogen juga dapat berasal dari pupuk kandang, sangat baik apabila menggunakan kotoran kelelawar atau wallet guano. Beberapa hari awal, air kolam akan berubah menjadi kehijauan karena ditumbuhi alga. Setelah itu, masukkanlah ikan ke dalam kolam tersebut. Ikan-ikan akan menghasilkan kotoran dengan kadar nitrogen yang tinggi yang akan mempercepat proses transisi dari air hijau menjadi kecoklatan. Air yang kecoklatan menandakan bakteri telah tumbuh pesat dan mengalahkan pertumbuhan alga. Pertumbuhan bakteri dapat terjadi dalam waktu singkat sekitar 2 minggu atau lebih dari 1 bulan tergantung dari kondisi lingkungan sekitar. Ikan-ikan yang dipelihara dalam bioflok jarang yang terserang penyakit yang diakibatkan bakteri ataupun jamur. Hal ini karena pengaruh bakteri baik yang tumbuh pesat yang menghalangi tumbuhnya jamur ataupun bakteri jahat. Yang perlu diperhatikan adalah, jangan memberi antibotik pada kolam tersebut karena dapat mematikan bakteri pembentuk flok. Antibiotik seperti PK dan tetrasiklin biasanya diberikan pada kolam secara berkala untuk mencegah dan mengobati ikan sakit. Sistem bioflok harus dibebaskan dari antibiotik, biarkanlah bakteri baik yang mengalahkan bakteri jahat secara alami. Ciri bioflok anda sukses adalah kolam berwarna coklat kemerahan apabila terkena sinar namun airnya bebas dari bau busuk kotoran. Pembuatan bioflok relatif mudah dan murah. Peternak mesti memberikan bioflok secara berkala agar kualitas air terjaga. Memperbanyak larutan probiotik Memperbanyak larutan probiotik Sejak 2011 istri Tusmino tak lagi membuang tajin atau air rebusan beras yang agak kental ketika menanak nasi. Itu atas permintaan Tusmino, peternak nila di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tusmino memanfaatkan tajin untuk budidaya nila. Ia menggabungkan 1 liter tajin, 1 liter air kelapa, 1 liter molase, 1 butir ragi tapai, dan 65 ml minuman probiotik ke dalam jeriken bervolume 5 liter. Peternak sejak 2011 itu mendiamkan larutan itu sepekan agar menjadi probiotik. Penggunaan probiotik Setelah itu Tusmino menuangkan 10 ml larutan probiotik per 1 liter air ke dalam kolam bulat berdiameter 2,5 meter. Di kolam itu ia menuangkan total ml probiotik. Frekuensi pemberian probiotik 4 kali dalam satu periode pembenihan nila atau selama 2 bulan. Adapun interval pemberiannya setiap 2 pekan. Fungsi probiotik Menurut Tusmino, “Larutan probiotik itu berfungsi sebagai salah satu sumber pakan dan menjaga kesehatan ikan.” Harap mafhum Tusmino memerlukan larutan itu sebagai pembentuk bioflok di kolam. Ia menerapkan pembenihan nila sistem bioflok sejak 2011. Dampak pemberian bioflok, rasio konversi pakan atau Feed Conversion Ratio FCR turun. Sebelum menggunakan bioflok, FCR mencapai 1, kini hanya 0,8. Bioflok berisi aneka mikrob seperti bakteri, fitoplankton, dan zooplankton. Artinya kini untuk menghasilkan 1 kg nila ia hanya memerlukan 0,8 kg pakan, semula 1 kg. Penurunan FCR berarti penghematan besar bagi Tusmino. Saat itu harga 1 kg pakan nila kini mencapai per kg. Mengenal apa itu bioflok Menurut peneliti nila di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat, Adi Sucipto bioflok adalah kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, fungi, zooplankton, dan fitoplankton. Fungsinya mereduksi bahan organik dan anorganik dalam media pemeliharaan ikan sehingga kualitas air terjaga. Bahan yang digunakan Tusmino termasuk pembentuk bioflok. Biaya produksi larutan itu sekitar dan ekonomis. Adi menuturkan bahan lain pembentuk bioflok yakni probiotik, garam, dolomit, dan kapur. Ia menghitung biaya bahan-bahan itu sekitar per kg nila ukuran konsumsi. Fungsi bioflok Molase salah satu bahan baku pembentuk bioflok. Biaya itu ekonomis dan terjangkau peternak. Apalagi ada penghematan pakan karena bioflok juga berfungsi sebagai pakan ikan anggota famili Cichlidae itu. Cara kerja bioflok Cara kerja bioflok bermula dari pakan tak termakan dan kotoran ikan padat yang terakumulasi di dasar bak yang memproduksi amonia. Fitoplankton menyerap amonia beracun. Kadar keasaman air pH dan alkalinitas menurun. Saat itu kapur dan garam berperan menormalkan pH air. Garam juga berfungsi menghambat mikrob berbahaya seperti Saprolegniasis sp. dan Ichthyophthirius multifiliis. Bakteri dalam probiotik lalu mengurai bahan organik dan membentuk biopolimer. Agar dapat bekerja maksimal bakteri memerlukan sumber karbon seperti molase sebagai sumber energi. Kemudian terbentuklah bioflok hasil ikatan dinding sel bakteri plus mikrob lain seperti fitoplankton dan zooplankton. Kualitas air Tusmino menggunakan tajin, air kelapa, molase, ragi tapai, dan minuman probiotik untuk menghasilkan bioflok di kolam pembenihan nila. Oksigen dari aerasi, bahan organik, dan pH mendukung pertumbuhan bioflok. Kalsium dan magnesium dalam kapur pun berperan dalam pembentukan bioflok yang nantinya menjadi pakan ikan. Adi memanfaatkan 1 kg garam, 100 ml molase, 10 g probiotik, dan 50 g dolomit untuk membuat bioflok per 1 m³ air. Peternak bisa memasukkan semua bahan itu ke dalam bak yang sudah terisi air dan beraerasi. “Cara lain aktivasi bakteri terlebih dahulu dengan mencampurkan molase dan probiotik dalam air beraerasi selama 1 jam. Tujuannya agar bakteri siap bekerja ketika dimasukkan ke dalam bak,” kata Adi. Jika air kolam berwarna hijau berarti pertumbuhan bioflok kurang baik. Oleh karena itu, peternak mesti menambahkan molase dan probiotik teraktivasi agar segera berfungsi maksimal. Pemberian molase saja dilakukan jika kadar oksigen mendekati 3 mg/l. Sementara penambahan dolomit jika pH air cenderung asam. Adi menyarankan peternak memeriksa bioflok di kolam secara berkala menggunakan alat pengukur biomassa bioflok, Imhoff Cone. “Peternak bisa membuat alat itu dari botol bekas minuman,” kata pria kelahiran Pamekasan, Jawa Timur, itu. Dengan pemeriksaan rutin peternak menentukan perlu tidaknya penambahan bioflok di dalam bak. Dengan begitu kualitas air terjaga sehingga pertumbuhan ikan maksimal. Apalagi peternak bisa membikin bioflok dari bahan yang mudah diperoleh. Riefza Vebriansyah Sumber t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

membuat kolam bioflok sendiri